Senin, 01 Februari 2010

Jalan Lubukbesar Tidak Pakai Soil Semen



MUSIRAWAS, MS
KENDATI sudah dianggarkan, tetap saja pekerjaan pelebaran jalan dan ATB Lubukbesar-Simpang Jayaloka, Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, tidak menggunakan soil semen. Adanya efisiensi dan kesulitan mencari tanah, menjadi alasannya.
Menurut warga Pal 10, Sahirin, pengaspalan yang dilaksanakan PT Sejahtera Jaya Abadi dengan dana Rp 9.275.126.000, dimulai sekitar bulan Mei 2009. Cerita Sahirin, pekerjaan tidak merata. Kalau rusaknya parah atau lobangnya besar, maka jalan itu digali lalu dihampar batu, kemudian dilindas dan diberi aspal curah. Sedangkan kalau jalan masih terlihat bagus, maka tidak diperbaiki. “Selama pekerjaan saya tidak melihat adanya pemakaian semen,” ujar Sahirin.
Camat Jayaloka Agus Susanto, Jumat (22/1) menerangkan, rehab jalan tersebut titik nolnya dimulai dari desa Lubukbesar, Tiangpumpung Kepungut sampai ke Kecamatan Jayaloka. “Hasilnya cukup bagus,” puji Agus. “Proyek selesai 100 persen setelah lebaran.”
Seksi Perencanaan Dinas PU Bina Marga Musirawas, Alawiyah, menerangkan di dalam perencanaan pekerjaan jalan Lubukbesar menggunakan soil semen yang berfungi sebagai stabilisasi. Hanya saja, karena ada efisiensi, maka dalam pelaksanaan cuma beberapa meter saja pakai soil semen. “Kalau sepanjang jalan menggunakan soil semen, maka volume pelebaran dan ATB-nya akan berkurang,” kata Alawiyah, Rabu (27/1).
Sedangkan PPTK Ferry Agustian, Senin (25/1) menjelaskan pelebaran jalan di Lubukbesar sepanjang 13,7 kilo meter. Ferry Agustian menyebutkan di dalam RAB dan perencanaannya, jalan Lubukbesar memakai soil semen. Namun, karena kesulitan mencari tanah maka sepanjang jalan tidak menggunakan soil semen. “Sudah cco dan disetujui Dinas,” kata Ferry, menambahkan dana soil semen sekitar semiliar lebih.
Pantauan di lapangan, siring di Desa Lubukbesar, yang merupakan satu paket dengan pekerjaan jalan sudah ada yang ambruk. Selain itu, badan jalan juga banyak yang retak, bahkan ada 2 titik yang amblas dengan kedalaman hingga 2 centi meter. Bukan hanya itu, gorong-gorong di perempatan pengeboran minyak juga sudah hancur.
“Mengenai siring dan jalan yang rusak, PT Medco sanggup memperbaikinya, karena jalan tersebut selalu dilintasi Mobil PT Medco,” kata Ferry Agustian. (Amsul Efendi/Nasrullah)

0 komentar:

© 2008 Por *Templates para Você*